10 Lingkungan di Kota Mamuju akan Beradu Mapaccing

IMG_7700Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju bekerja sama dengan Harian Fajar dan Radar Sulbar menggelar lomba Gerakan Mamuju Mapaccing tingkat lingkungan. 10 lingkungan yang ada di kota Mamuju akan beradu dalam lomba tersebut. Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid telah membuka lomba mamuju mapaccing secara resmi yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Mamuju, pada Senin (5/8).

IMG_7711Dari keterangan Mustafa Kufung, Direktur Radar Sulbar sebagai penanggung jawab kegiatan, terdapat beberapa indikator dalam penilaian lomba mamuju mapaccing. Pertama, lingkungan bersih dari sampah, lalu ada kegiatan penghijauan seperti penanaman pohon, adanya pos kamling dan posyandu. Kemudian buku administrasi data warga yang datang, pindah, lahir dan meninggal. Selain itu, kelompok PKK yang aktif dan terorganisir juga menjadi indikator lomba.

“Pos kamling juga menjadi indikator, sebab tidak ada gunanya bersih kalau warga tidak merasa aman. Lalu keaktifan PKK, misalnya bagaimana PKK mengelola sampah daur ulang, itu juga menjadi penilaian. kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Mamuju, kita berharap dapat berkelanjutan karena konsepnya memang dilakukan secara bertahap seperti penanaman pohon hasilnya tidak kelihatan kalau hanya satu kali.” Papar Mustafa.

Dewan juri dari lomba ini terdiri dari unsur pemerintah dan independen yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan serta Badan Intelejen Daerah Sulbar dan Radar Sulbar.

IMG_7687Mendukung penuh lomba mamuju mapaccing, Bupati Mamuju berharap masyarakat dapat benar-benar terlibat dalam membuat mamuju menjadi daerah yang bersih. Menurutnya kegiatan lomba tersebut dapat menjadi rangsangan kepada RT, RW dan lingkungan sebagai penggerak langsung dilapangan.

“Konsep mamuju mapaccing memang kita ingin melibatkan seluruh komponen masyarakat. Ditahun pertama gerakan Mamuju Mapaccing kita mulai dari jajaran pemerintah dengan turun langsung ke jalan setiap hari jumat, dengan adanya lomba ini, saatnya masyarakat juga terlibat dalam membuat mamuju bersih, sejuk dan indah.” Kata Habsi Wahid.

Menurutnya, merubah mindset masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi dengan berbagai inovasi yang dilakukan untuk membuat mamuju bersih dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, Habsi optimis dapat meraih Adipura di tahun 2020.

IMG_7669Adapun 10 lingkungan yang ikut dalam lomba Mamuju Mapaccing bersal dari 4 kelurahan di Kecamatan Mamuju yakni kelurahan Binanga, Karema, Rimuku dan Mamunyu serta 1 kelurahan di Kecamatan Simboro yakni Kelurahan Simboro. (hms.dhl)

BAGIKAN