Benahi Sektor Pajak, Pemkab. Mamuju Kembali Lakukan Evaluasi

JAUH DARI FORMALITAS, HUTAN MANGROVE JADI TEMPAT PERSOALAN TERUNGKAP

IMG_8313IMG_8484

 

 

 

 

 

Dalam rangka optimalisai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak ditingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan Kalukku, yang berlangsung di tempat wisata alam hutan mangrove Kec. Kalukku Kamis, 27 Oktober 2016, meski terkesan jauh dari formalitas tetapi secara subtansi agenda untuk melalukan pertemuan seperti ini kadang – kadang harus dilakukan. Kata Wakil Bupati Mamuju H. Irwan SP Pababari usai memimpin pertemuan mengenai PAD dan Pajak.

Lebih lanjut, H. Irwan Pababari juga mengatakan meski berangkat dari birokrasi, penangananya tidak harus didalam sebuah gedung bertembok dan kursi yang berjejer, tetapi dengan situasi duduk bersila suasana bisa lebih cair dan persoalan bisa terungkap serta dapat terselesaikan dengan baik, bukan hanya itu ini juga memudahkan dalam membuat kesepakatan bahwa rencana target itu bisa tercapai dalam waktu dekat ini.

Meski begitu keputusan yang lain bukan hanya persoalan PBB saja tetapi data yang di butuhkan baik dari tingkat Desa/ Lurah perlu dilakukan pemutakhiran data sehingga sektor apapun,  data itu sudah bisa terungkap ditambah tim terpadu tingkat kecamatan dibentuk dalam mengcover oprasionalisasi pada tingkat Desa/ lurah akan bekerja sama dengan instansi sejajar seperti KCD dan Bidang Pertanian sehingga pencapaian target PAD bisa tercapai.

Tambahnya, melakukan evaluasi pajak PBB seluruh kepala Desa/ Lurah bisa berkomitmen untuk masuk triwulan ke empat data yang ada di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) akan bergerak keposisi yang menjanjikan meskipun beberapa permasalahan juga belum terselesaikan akibat data yang yang tersedia belum mampu menyelesaikan permasalahkan pajak di tingkat Desa/ lurah bahkan Kecamatan solusi permasalahan itu perlu pendataan dan pemutakhiran data. Khusus untuk Pemerintah Kecamatan akan membentuk Tim terpadu dalam rangka optimalisasi Pajak PBB sehingga realisasinya cepat.

“Saya juga berharap bahwa dengan targer 400 juta sekian, untuk Kecamatan Kalukku itu terlalu minim melihat Kalukku ini adalah Kecamatan yang secara ekonomi berada pada urutan di posisi setelah Mamuju itu kalukku baik dari ekonominya, jumlah penduduk dan luas wilayahnya juga potensinya. Jumlah pokok – pokok pajak senilai 400 itu sangat minim”Pungkasnya.

IMG_8325Menanggapi hal itu, Camat Kalukku Syarifuddin Calang mengaku tidak keberatan jika PAD Kecamatan Kalukku dinaikkan selama data yang di gunakan itu ril dan masyarakat juga sudah menerima dengan baik, Haturnya.

Selain itu,  Kepala Bidang Pajak Daerah II Syamsul menegaskan bahwa untuk menaggulangi masalah itu hanya memerlukan pendataan baru dan berlanjut kepenetapan data yang setelah data itu terkumpul kendala dan permasalahan dapat teratasi, Katanya.

Sekedar diketahui Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendapatan Daerah Yusri Muis, kepala Bagian Pemerintahan Sekda. Kab. Mamuju, Camat Kalukku, Kepala Desa/Lurah Sekecamatan Kalukku.(HMS. Lisa Sari Dewi Hasanuddin)

BAGIKAN