Di Hearing Dewan Soal Tuntutan Perawat, Jawaban Sekda Masih Sama

1Dalam agenda rapat dengar pendapat (hearing) bersama sejumlah anggota DPRD Mamuju (Jumat,7 Desember 2018), yang dilaksanakan menyusul aksi unjuk rasa tenaga perawat honorer pada kamis kemarin, Sekretaris daerah Kabupaten Mamuju H. suaib kembali mengulang jawaban yang sama pada saat menerima aspirasi para perawat di kantor Bupati Mamuju, kita tentu sangat berkeinginan untuk mewujudkan harapan para perawat utamanya soal kenaikan upah, namun sekali lagi saya sampaikan bahwa jumlah tenaga honorer kita termasuk para perawat sudah melebihi kapasitas yang harusnya dibutuhkan, olehnya menaikan upah ini tentu hal berat karena kondisi keuangan daerah yang tidak mampu, tandas Suaib saat di konfirmasi usai rapat yang dipimpin oleh ketua DPRD Mamuju Hj. St. Suraidah.

2Dilanjutkan, dalam waktu dekat inikan akan ada PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja,Red) saya berharap ini bias dimanfaatkan, bagi tenaga honorer nantinya silahkan mendaftarkan diri karena haknya mirip dengan pegawai termasuk upah, jadi harap bersabar dulu karena tidak mungkin kita akan membuat kebijakan sekarang yang justru nanti tidak singkron Dengan kebijakan PP 49 soal PPPK, imbuhnya.

3Dalam Rapat yang dilakukan hingga tengah malam tersebut, sejumlah anggota dewan terus mendesak kepada sekretaris Daerah untuk membuat keputusan, diantaranya Ado masud, Syamsuddin Hatta, Ramliati S Malio, maupunMasram Jaya, ini harus segera ditindak lanjuti oleh eksekutif karena saya khawatirkan kalau aksi unjuk rasa dari teman-teman perawat ini berkepanjangan masyarakatakan menjadi korban karena para perawat tidak bekerja, tandas anggota DPRD Yuslifar yunus.

Sesuai dengan penjelasan salah satu tenaga perawat dihadapan anggota DPRD Mamuju yang mengatakan kesediaan mereka untuk dilakukan rasionalisasi jumlah perawat, Suaib menekankan itulah salah satu jalan jika memangkenaikan upah tersebut harus dilakukan, asumsinya dari analisis kebutuhan untuk tenaga perawat kita hanya perlu mengakat 140 orang, namun kenyataannya sekarang jumlahnya jauh diatasitu, jadi kalau kita bias kurangi jumlahnya kenaikan upah bukanlah hal yang mustahil, jelasnya.(HMS-AR)

BAGIKAN