Double job, Jabat Camat Simboro Syahid Pattoeng Juga Resmi Jadi Kades Botteng

IMG_4292Masa jabatan kepala desa Botteng, Kecamatan Simboro, Muh. Natsir resmi berakhir hari ini, Senin (9/9). Mengisi kekosongan, Bupati Mamuju segera mengambil tindakan dengan memberi amanah kepada Camat Kecamatan Simboro, Abd. Syahid Pattoeng untuk sekaligus merangkap sebagai pelaksana Tugas Kepala Desa Botteng. Sehingga, usai upacara bendera, pelantikan Kades Botteng tersebut berlangsung khidmat di Ruang Kerja Bupati Mamuju.

IMG_4313Bukan tanpa alasan, setelah pelantikan tersebut, Bupati Mamuju beberkan mengapa ia memberi pekerjaan ganda kepada camat simboro. Pertama, menurut Habsi, Syahid Pattoeng telah sangat memahami kondisi wilayah desa botteng juga kondisi masyarakat yang ada disana sebab ia adalah camat simboro. Kemudian, lanjut Habsi, Syahid juga merupakan putra botteng yang sudah pasti memahami pola komunikasi yang baik dengan masyarat di Desa Botteng.

“selain itu ada juga masukan dari masyarakat desa botteng yang langsung menyampaikan kepada saya, kita ingin masyarakat botteng lebih kondusif, jangan ada blok-blok disana. Karena aturannya harus pegawai negeri, makanya kita tunjuk Pak Camat. Pak camat harus bisa betul-betul menerima masukan dari masyarakat sehingga tugasnya dapat berjalan lancar.” Kata Habsi.

IMG_4320Untuk tugas barunya sebagai Plt. Kades Botteng, Bupati Mamuju mengingatkan Syahid Pattoeng  untuk segera melaksanakan tugas pemerintahan desa dengan melibatkan seluruh perangkat desa, juga mempersiapkan penyelenggaraan pemilihan kepala desa.

Sementara itu, Syahid Pattoeng yang mendapat amanah tersebut mengaku bahwa itu merupakan tantangan baru baginya. Namun, menurutnya rintangan yang ia hadapi tidak begitu berat sebab tugas dari kedua jabatan yang ia emban masih saling berkaitan.

“Ini merupakan tantangan namun kita harus melaksanakan karena ini adalah amanah, tentu apa yang saya laksanakan di desa harus memang relevan dengan kecamatan, begitu juga apa yang saya programkan di kecamatan itu berbias kepada desa sehingga saya pikir tidak ada suatu rintangan yang terlalu berarti karena kecamatan itu mengurus desa dan apa yang saya laksanakan di desa itu juga sesuai dengan petunjuk yang ada di pemerintah kecamatan.” Ungkapnya. (hms.dhl)

BAGIKAN