Hoax VS Capaian Vaksinasi Di Mamuju

DINAS KOMINFO DAN PERSANDIAN KABUPATEN MAMUJU

PRESS RELEASE

NOMOR : 186/PR/IV/2021/DISKOMINFOSANDI

Hoax VS Capaian Vaksinasi Di Mamuju

2B2E7563-AE0F-43CE-A576-F17D8EDC02A9(Jumat, 8 Oktober 2021) Validasi data capaian Vaksinasi covid-19 di kabupaten Mamuju baru mencapai 27,53 Persen pertanggal 8 Oktober 2021. Capaian ini terbilang masih jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 80 persen.

Kepala bidang pengendalian penyakit menular, Dinas kesehatan Kabupaten mamuju, Alamsyah Thamrin mengurai, salah satu tantangan terbesar dalam merealisasi program vaksinasi adalah mindset masyarakat yang sangat terpengaruh berita bohong (Hoax) atas Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)ada yang percaya bahwa setelah vaksin kita bisa lumpuh atau meninggal, padahal itu semua tidak benar, tegas Alamsyah.

67DBD728-9BBE-480F-AE27-0FB965389805Ia menambahkan, sampai saat ini tidak ada KIPI yang menimbulkan kelumpuhan apalagi kematian setelah di vaksinasi, jika satu atau dua kasus yang demikian, saya pastikan itu bukan karena vaksin, tapi lebih karena ada penyakit bawaan yang disembunyikan oleh masyarakat sendiri saat akan melakukan vaksinasi, tegasnya.

Sebab itu Alamsyah menyarankan, agar saat dilakukan konsultasi sebelum di vaksin, semua harus di jelaskan sebaik-baiknya kepada petugas vaksinator agar diperoleh informasi kelayakan seseorang menerima vaksin.

Menjelaskan secara teknis kegunaan vaksin covid-19 bagi manusia, ia menggambarkan pertahanan tubuh terhadap resiko terpapar corona dan dampak yang ditimbulkannya akan lebih terjamin jika dibandingkan dengan yang belum menerima vaksin.

Saya baru-baru ini berkomunikasi dengan salah seorang pakar kesehatan tentang potensi gelombang Pandemi covid-19, beliau mewaspadai bulan desember dapat saja pandemi ini kembali meningkat dengan varian baru, meskipun saat ini angka penularan covid-19 di Mamuju telah menurun.

Sebaiknya semua orang telah di vaksin, demi menghindari resiko penularan yang dapat saja terjadi, karena saya pastikan vaksin itu halal, tidak berbahaya dan yang paling penting sangat baik untuk perlindungan diri kita secara pribadi maupun orang lain disekitar kita, tutup Alamsyah.

Merasakan tantangan yang sama, Sekretaris kecamatan Sampaga, Muhammad Yusuf, mengaku Hoax sangat mempengaruhi keinginan masyarakat untuk di vaksin, bahkan lebih ironis karena pengaruh negatif tersebut tidak jarang dari sejumlah tokoh masyarakat sendiri. olehnya mencari jalan terbaik, pihak kecamatan sampaga bekerjasama dengan unsur Tripika (Pemerintah kecamatan,TNI dan Polri) melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah penduduk “dor to dor”, bahkan sejumlah warga diantar jemput menggunakan kendaraan roda empat milik pemerintah kecamatan dan polsek setempat.

Hasilnya cukup menggembirakan, dari kegiatan vaksinasi serentak sekabupaten mamuju kemarin, kecamatan sampaga tercatat sebagai  salah satu kecamatan dengan angka warga yang melakukan vaksinasi cukup tinggi, dengan jumlah lebih dari 300 orang.

Andai semua orang menyadari, vaksinasi ini demi kebaikan mereka sendiri, tentu mereka tidak perlu dicari dan pasti akan datang sendiri untuk di vaksin, tutup Yusuf.

Tidak berputus asa, pemerintah kabupaten mamuju melalui instruksi Bupati Sitti Sutinah Suhardi, akan kembali menyasar desa-desa dalam program vaksinasi massal, dengan harapan semua warga mamuju akan menerima vaksinasi covid-19, sehingga imunitas akan terjaga, dan pada akhirnya semua dapat melakukan aktifitas normal kembali seperti sediakala.(Diskominfosandi)

BAGIKAN