Lurah Dayanginna Paparkan Makna Hari Jadi Kelurahan

IMG_6789Kelurahan Dayanginna yang merupakan pemekaran dari Kelurahan Galung di Kecamatan Tapalang, pada senin (9/10) menggelar acara peringatan Hari Jadi yang kedua yang di Pusatkan disekitar Pasar Kecamatan Tapalang.

Lurah Dayanginna, Muh. Yusuf R, mengungkapkan diusia Kelurahan yang memasuki tahun kedua tentunya masih berada pada fase pencarian identitas, pada kesempatan tersebut juga Muh. Yusuf memaparkan makna peringatan hari jadi Daerah yang ia pimpin.

“Dalam peringatan hari jadi Dayanginna yang kedua ini ada beberapa makna  yang terkandung, yang pertama, makna retrospektif yaitu dengan sebuah peringatan hari jadi kita berupaya untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuah masa lalu adalah sebuah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi menapaki masa kini dan masa yang akan datang,yang kedua, introspektif artinya peringatan hari jadi kita jadikan sarana mawas diri atau introspeksi diri, dengan demikian setiap etafe perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsip dengan tantangan kedepan,  yang ketiga adalah prospektif, artinya melalui perayaan hari jadi kita berupaya mendesaign dan merancang formula masa depan berdasarkan atau berlandaskan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai nilai peristiwa sejarah masa lalu” terang Lurah Dayanginna.

IMG-20171009-WA0008Sementara itu, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid yang hadir dalam peringatan Hari jadi Dayanginna, mengajak masyarakat agar  pada momentum peringatan hari jadi tersebut menjadi awal untuk mengenang apa yang telah diperjuangkan sehingga Dayanginna bisa menjadi satu wilayah administrasi.

“kita harus bisa mengenang dan falsh back agar mengetahui history sesungguhnya apa yang melatar belakangi pembentukan Kelurahan Dayanginna”  Ujar Habsi Wahid.

Habsi Wahid menambahkan, pembentukan Kelurahan Dayanginna merupakan keinginan masyarakat Dayanginna sendiri yang ingin melakukan perubahan-perubahan didaerah.

“Kalau kita itu renungkan maka tentu kita akan mampu dan akan bisa melakukan perubahan-perubahan dalam proses pembangunan,  pemerintahan,  dan proses kemasyarakatan” tutup Bupati Mamuju. (HMS-Hasran)

BAGIKAN