Mesin Katinting Konverter diharapkan Sejahterakan Nelayan

IMG-20171023-WA0046Meski menjadi pemasok ikan terbesar bagi beberapa wilayah disekitarnya dan produksi ikan yang terus mengalami peningkatan, tak menjadikan nelayan di Mamuju memiliki pendapatan yang signifikan, hal ini menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), H. Lukman Sanusi, dikarenakan biaya opersional yang digunakan para nelayan sangat tinggi dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM)

Pada acara penyerahan bantuan mesin katinting konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang di Dusun Toangsang Desa Bonda Kecamatan Papalang tersebut, Lukman Sanusi mengungkapkan dengan adanya mesin konverter ini dengan menggunakan BBG ini nelayan yang ada di Kabupaten Mamuju bisa lebih sejahtera.

“dengan menggunakan mesin konverter menggunakan bahan bakar gas biaya operasional nelayan akan lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak” ujar Kepala Dinas DKP

IMG-20171023-WA0027Meski telah memberikan bantuan mesin konverter sebanyak masing-masing 1240 unit, Lukman Sanusi mengakui masih ada nelayan yang belum mendapatkan bantuan tersebut, olehnya itu, ia meminta kepada para nelayan untuk bersabar, pasalnya pihak DKP akan terus mengusulkan kepada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar seluruh nelayan yang telah tercatat dalam database bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Sementara itu, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid yang hadir dalam acara tersebut  berharap dengan adanya bantuan dari Kementrian ESDM ini, nelayan dapat meningkatkan produktivitas sehingga akandapat berpengaruh terhadap kesejahteraan dan pendapatan nelayan itu sendiri.

Pada kesempatan itu jugam Habsi Wahid menyampaikan bahwa perbandingan untuk menggunkan BBM dan BBG itu perbandingannya satu banding tiga, ini artinya menurut Bupati tingkat frekuensi untuk melakukan aktivitas nelayan itu semakin lama dilaut, semakin lama dilaut maka semakin banyak ikan yang ditangkap. (HMS-NASRI)

BAGIKAN