Pemkab Mamuju Lestarikan Permainan Tradisional

“PERMAINAN TRADISIONAL VS PERMAINAN MODERN”

IMG_6152Permainan tradisional yang bertahap menghilang apa lagi sejak munculnya smartphone yang menyediakan sarana game online gratis di tambah sosial media  yang semakin berkembang. Olehnya itu Pemerintah Daerah Kab. Mamuju Melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan menyelenggarakan Manakarra Local Wisdom Festival Permainan Tradisional dalam acara yang berlangsung di Anjungan Pantai Manakarra Minggu, 16 – 17 Oktober 2016. Sejumlah  permainan tradisional seperti mogasing, kalacang, moressu, layang – layang, tekka, jekka, mobang – bang, motaru, tenteng, biho dan mosendal dimainkan .

Saat membuka acara tersebut wakil Bupati mengatakan bahwa Negara maju adalah Negara yang tidak akan pernah meninggalkan nilai – nilai tradisional, tentunya Irwan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata yang bisa menambah Khazanah budaya, meskipun tidak semua permainan ada dan bahkan sudah termodifikasi bukan murni permainan budaya yang sebenarnya.

Sambungnya, Seperti yang sudah di ketahui membandingkan permainan sekarang yang serba internet dilengkapi fasilitas modren ketika dibandingkan dengan permainan tradisional, yang di uji dari permainan tradisional adalah sebuah ketangkasan, keterampilan, kejujuran, rasa sportivitas dan yang dipupuk disitu adalah kebersamaan tapi lainya halnya berbicara permainan modren seperti hidup di muka bumi sendirian, sibuk dengan dirinya sendiri tanpa peduli siapapun disekitarnya.

IMG_6205“harapan saya sebaiknya kepada guru – guru penggunaan handphone  khususnya di tingkat Sekolah Dasar harus dikendalikan, meskipun orang tua membutuhkan itu sebagai alat memantau si anak setidaknya handphone yang diberikan khusus untuk menelfon saja dan memberikan sesuatu ke anak sesuai dengan porsinya” Haturnya.

IMG_6237IMG_6253 Dalam acara tersebut juga di hadiri juga Ketua DPRD Mamuju Hj. Siti Suraidah Suhardi, SE.,M.Si, Sekretaris Daerah Kab. Mamuju, perwakilan Kodim 1418 Mamuju, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan, Kepala pendidikan  pemuda dan olahraga, jajaran SKPD lainya mereka bernostalgia memainkan sejumlah permainan tradisional bersama para peserta festival di tingkat SD juga semakin menambah kemeriahkan festival yang akan berlanjut selama dua hari tersebut.(HMS. Lisa Sari Dewi Hasanuddin)

 

 

 

BAGIKAN