Pemberdayaan Alternatif Jadi Cara Untuk Putus Mata Rantai Peredaran Gelap Narkoba

DINAS KOMINFO DAN PERSANDIAN KABUPATEN MAMUJU

PRESS RELEASE

NOMOR : 204/PR/IV/2021/DISKOMINFOSANDI

Pemberdayaan Alternatif Jadi Cara Untuk Putus Mata Rantai Peredaran Gelap Narkoba

3F97800B-549F-4274-B62D-0FAAC7FC2651Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat menggelar kegiatan pemberdayaan alternatif yang dikemas dalam bentuk bimbingan teknis lifeskill kepada masyarakat kawasan rawan narkoba wilayah perkotaan di Kabupaten Mamuju.

E96713C9-AEBA-4BDB-A3F1-ED42C568BC9BKepala BNNP Sulawesi Barat, Sumirat Dwiyanto mengatakan kegiatan tersebut  bertujuan untuk memberikan keterampilan hidup atau lifeskill kepada masyarakat kawasan narkoba, menurutnya hal tersebut menjadi salah satu cara untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.

“kegiatan bimbingan teknis ini merupakan tahap yang kedua, dimana tahap pertama telah dilaksanakan September lalu,  pada tahap pertama tersebut dilatih keterampilan berupa membuat olahan berbahan dasar ikan Bandeng dan Penja” urai Sumirat.

3BC5ED20-3EF4-4300-8483-F816152DA8E9Ia berharap melalui kegiatan yang bersifat penyuluhan tersebut, masyarakat yang menjadi peserta dapat lebih produktif secara ekonomi dan tidak lagi terlibat dalam peredaran gelap narkoba dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terkait kawasan rawan narkoba di Kabupaten Mamuju, Kepala BNNP Sulbar menyampaikan ada enam kawasan rawan narkoba yaitu tiga daerah kategori bahaya masing-masing Desa Sampaga, Kelurahan Rimuku dan Kelurahan Binanga. Tiga kawasan dengan kategori waspada masing-masing Kelurahan Karema, Desa Campaloga dan Kelurahan Sinyonyoi.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi yang hadir dalam acara bimtek tersebut mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh BNNP Sulbar, menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para ibu-ibu dalam menambah perekonomian keluarga terlebih beberapa peserta dalam bimtek tersebut merupakan istri dari eks pengguna narkoba.

“BNN sudah membantu  untuk pelatihan Insya Allah Pemerintah Kabupaten Mamuju akan memberikan modal usaha bagi ibu-ibu. Semoga dengan adanya pelatihan seperti ini ibu-ibu punya keahlian khusus terutama dalam mengelola ikan Bandeng yang mana kita tahu di Desa Sampaga cukup melimpah dan bisa membantu perekonomian nantinya” terang Sutinah.

Dalam acara yang dilaksanakan pada Selasa, (02 November) di Kantor Desa Sampaga tersebut selain dihadiri 15 orang peserta bimtek turut hadir Camat Sampaga, Kapolsek Sampaga, Kades Sampaga dan perangkat Desa Sampaga.(Diskominfosandi)