Tak Sekadar Beri Bantuan Pembangunan Rumah, Sapo Keren Bekali Warga Dengan Ilmu Hunian Aman Gempa

DINAS KOMINFO DAN PERSANDIAN KABUPATEN MAMUJU

PRESS RELEASE

NOMOR : 85/PR/VI/2021/DISKOMINFOSANDI

Tak Sekadar Beri Bantuan Pembangunan Rumah, Sapo Keren Bekali Warga Dengan Ilmu Hunian Aman Gempa

151553BA-E3F2-4A05-BBD0-E261796AE4A9Mamuju (4/06/2021) Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M. Si melaunching program Sapo Keren. Sapo Keren ini merupakan akronim dari Satuan Perumahan Organik, Kuat, Ekonomis, Resik, Sehat, dan Nyaman. Acara ini dihelat di Aula Desa Karampuang, Jumat, 4 Juni 2021.

E47D4EE3-A2D8-44AA-88F2-7133A9C4FBDDSapo Keren sendiri adalah program kerja milik Pokja Shelter; satuan kelompok kerja yang khusus yang membidangi perumahan dan prasarana. Pokja Shelter merupakan satu dari enam pokja Satuan Tugas Penanganan Bencana; dibentuk lewat SK Bupati Mamuju Nomor: 188.45/94/KPTS/III/2021. Pokja ini dikelola oleh beberapa OPD Pemerintah Kabupaten Mamuju, yakni Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappepan), Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta), beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Di lapangan, ketiga OPD tadi bekerja sama dengan 40 lembaga mitra, antara lain Caritas Makassar, ADRA, ACT, dan LSM Habitat.

Selain memberikan bantuan perbaikan rumah, hal menarik dari program Sapo Keren ini adalah bahwa masyarakat ikut dilibatkan dalam proses pembangunan hunian. Masyarakat dibekali pelatihan tentang teknik dan cara membuat bangunan tahan gempa. Hal ini dibenarkan Bupati Mamuju lewat sambutannya.

“Kenapa kita beri nama Sapo Keren? Selain terinspirasi dari visi misi yang saya tawarkan bersama wakil bupati saat pencalonan kemarin, juga karena proses pengerjaannya yang keren, yakni dengan metode partisipatif  atau pelibatan masyarakat untuk mengerjakan bangunan yang didesain tahan gempa, sehingga insya Allah akan aman kita gunakan. Warga masyarakat yang ingin dilibatkan dalam pembuatan Sapo Keren diberikan pelatihan khusus, salah satunya dengan melakukan nonton bareng cara membuat rumah aman gempa. Nobar ini telah diikuti oleh 1.567 warga dan berlangsung di 12 desa dan 74 dusun.”

5183B0BC-57A0-4D06-A90B-FAEB1DEB62A7Di kesempatan yang sama, Koordinator Pokja Shelter, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mamuju, Drs. M. Syahrir, MM melaporkan bahwa Pokja Shelter mengambil branding Sapo Keren sebagai rencana strategis pada masa transisi pemulihan dan untuk program pasca ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) nantinya. “Sapo mengandung makna budaya dan Bahasa Mamuju, yakni rumah dengan segala prosesi pembangunannya. Sedangkan Keren adalah sebuah cita-cita mulia dari pimpinan daerah kita, yaitu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2026. Jadi Sapo Keren dari sisi program berarti kami bermaksud untuk membuat program Satuan Perumahan Organik, yang Kuat, Ekonomis, Resik, Sehat dan Nyaman,” papar Syahrir.

Hadir sebagai perwakilan NGO, Ray Mathias dari ADRA. Saat memberikan sambutan, Ray mengutip semboyan dari salah satu NGO yang terlibat dalam Sapo Keren: “Setiap orang berhak akan hunian yang layak. Lewat program ini, Bu Bupati sudah menyampaikan semangat dan perhatian betapa masyarakat Mamuju berhak mendapatkan itu. Saya menghargai semangat itu. Dan insya Allah, akan kami ceritakan dalam bakti kami di daerah lain sebagai cerita kesuksesan kami. Semoga apa yang kami lakukan dan tinggalkan bisa menjadi angin segar bagi tata laksana pembangunan rumah yang lebih baik, aman, dan sehat seperti visi Sapo keren,” tutupnya. (Diskominfosandi/RF).